Tolong, Kembalikan Langsingku!

Wowowowo… setelah melahrikan, ternyata tidak sedikit perempuan yang mengalami problem seputar masalah perut. Seperti kemarin ketika berbincang dengan tetanggaku, ia mengaku sedih karena dikira hamil lagi ketika sedang belanja sayur. Begitu selesai, ia menceritakan hal itu kepada suaminya. Sayangnya, suami justru meledek sang istri hingga menangis. “Gimana ngga dikira hamil, kalau perutmu gendut kayak gitu? Orang lain saja bilang kayak gitu, apalagi saya?” Lain hari istrinya bertanya pada suaminya, “Ayah, kok perutnya kemps sih? Masih lapar, ya?” Lagi-lagi jawaban yang didapat mengecewakannya, “Makanya kamu harusnya banyak olahraga. Masa kalah sama aku yang laki-laki? Mengecilkan perut itu tidak bisa mengandalakan obat!” Tidak hanya sindiran dan perintah untuk mengecilkan perut, suaminya pun melarang istrinya minum es agar perutnya tidak tambah membuncit. Maka, ketika suami tidak ada di rumah, ia akan sembunyi-sembunyi minta es kepadaku atau tetangga yang lain.

Hal ini mungkin sudah lumrah di kalangan perempuan. Apalagi jika masa belianya tergolong langsing, cantik, sedap dipandang mata. Begitu menikah dan melahirkan, mereka tidak bisa menghentikan perubahan terhadap tubuhnya. Sepertinya sesuatu terus tumbuh, dan tidak dapat dicegah. Padahal, jika kita mau mengamati, tidak sedikit perempuan gemuk yang tetap PD dan nyaman untuk dilihat.

Sebenarnya, tidak perlu kesal melihat tubuh yang melar usai melahirkan, kita juga tidak perlu iri melihat tubuh yang melar usai melahirkan. Kita juga tidak perlu iri melihat teman atau selebritas  yang sukses memakai pakaian ketat, tidak lama usai melahirkan. Memang, untuk mendapatkan tubuh yang padat dan membutuhkan waktu minimal 6-9 bulan. Diet yang berlebihan dan program olahraga yang terlalu ketat, tidak hanya merugikan ibu, tapi juga bayi.


Perempuan yang baru menjadi ibu jusstru butuh kelebihan lemak untuk memasok makanan bagi buah hatinya lewat pemberian ASI. Dengan pemberian ASI, maka akan mempercepat proses pelangsingan tubuh, meski tidak semua perempuan bisa mendapatkan bentuk tubuhnya semula dengan cepat. Dan yang perlu diingat, ketika menyusui, seorang ibu perlu asupan makanan yang bergizi dengan jumlah energy yang cukup agar bayi juga mendapat gizi yang baik. Jika kita menginginkan generasi yang terbaik, maka kita tidak perlu stres dengan perut gendut. Pahami bahwa menjadi ibu adalah peristiwa hidup yang indah. Karenanya, nikmatilah semua prosesnya, termasuk dengan perubahan bentuk tubuh yang terjadi.

Komentar