Surat untuk Anakku
Catatan Hati Seorang Ibu untuk
Anaknya…
By: Loen Smith
Serasa
seperti baru saja kemarin aku memelukmu sewaktu kau masih seorang bayi.
Tetapi waktu mempunyai cara untuk
melewati kita, dan tanpa sepengetahuan kita.
Aku menutup mata sebentar saja, dan
membukanya kembali untuk menemukan kau telah berkembang.
Aku merindukan hari-hari ketika kau
mengucapkan kata-kata pertamamu dan langkah pertamamu dan langkah pertamamu
dengan hati-hati.
Aku tidak pernah menyadari bahwa
ketika kau seorang bayi dan bagaimana kita akan menjadi sangat dekat seperti
saat ini.
Aku berpikir bahwa kau adalah
bayiku.
Aku berharap diriku telah menyimpan
tawamu di dalam botol ketika kau masih kecil, dan mengkoleksi semua cetakan
jemarimu di setiap kaca jendela.
Waktu-waktu itu adalah waktu yang
indah dan berharga.
Dan begitu kau bertumbuh, bertumbuh
jugalah rasa cintaku padamu.
Ketika aku masih muda, aku
melimpahkan kepadamu setiap harapan yang kumiliki untuk masa depanmu.
Aku sangat menginginkanmu untuk mendapatkan
keuntungan-keuntungan yang tidak pernah kunikmati.
Aku mau dirimu belajar dari
kesalahan-kesalahanku.
Namun semuanya terlalu cepat, engkau
sudah keluar dari lenganku yang dahulu memegangmu dengan sangat erat.
Kini engkau melepaskan tanganku dan
kemudian menaruh lenganmu di pundakku.
Berdiri tegap untuk menunjukan
padaku seperti apa kau sekarang dan membuatku menjadi bangga.
Dan,
lebih dari segalanya, aku ingin kau tau bahwa aku bangga untuk menggatakan,
“itu bangga untuk mengatakan, “Itu adalah anakku!”
Komentar
Posting Komentar