Kok, Ayah yang Mual?
Hihihi,
sepertinya seru. Kedengarannya memang aneh, tapi ngidam pada pria ternyata sama
normalnya sebagaimana yang dialami para istri yang sedang berbadan dua, Ketika
lazimnya istri yang dimanja dam dituruti kemauan ngidamnya, ternyata kondisinya
terbalik. Kali ini suami justru pada posisi istri, dan Anda para permpuanlah
yang harus memenuhi urusan ngidam suami.Beberapa cerita tentang suami ngidam
antara lain sebagai berikut.
Semenjak kandungan istriku memasuki bulan
ketiga, aku sangat menginginkan (ngidam) sate kelinci, keinginan itu harus
memenuhi selera makanku hingga usia kandungan istriku memasuki bulan ke-9.
Lain lagi dengan cerita satu ini:
Sebanyak tiga kali hamil, tiga kali juga aku
tidak pernah ngidam yang aneh-aneh, dan bahkan juga tidak mengalami morning
sickness parah layaknya ibu-ibu hamil lainnya. Kehamilanku, asli, kebo banget.
Anehnya, selama aku hamil, yang selalu mual-muntah adalah suamiku, ia juga yang
ngidam aneh-aneh. Kalau aku sedang hamil, suamiku pagi-pagi suka hoek-hoek
(maaf) di kamar mandi layaknya bumil (ibu hamil). Saat hamil anak pertama, kami
tinggal di Amerika, di sanalah suamiku ngidam buah duren. Setelah cari buah itu
ke sana kemari dengan susah payah, akhirnya ketemu juga. Lalu, saat hamil anak
ketiga, pernah di tengah jalan ia mendadak ingin bubur tapi yang ada sate
atinya, padahal selama ini suamiku tidak pernah suka hati.
Masih banyak lagi para istri yang memberikan
pengakuan bahwa suami-suami mereka yang ngidam, sementara mereka sendiri
hamilnya malah cuek bebek. Ada yang suami biasanya tidak pernah suka makanan
pedas, mendadak ketika istrinya hamil jadi doyan makan yang pedas-pedas. Ada
juga yang suaminya mendadak jadi doyan ngemil, padahal tadinya tidak doyan
ngemil.
Fenomena
“suami ngidam” ini lazim disebut couvade
syndrome, atau istilah lainnya sympathetic
pregnancy. Hingga sekarang fenomena ini memang masih dianggap suatu yang
agak misterius. Bisa jadi disebabkan tidak terlalu banyak ahli yang menganggap
ini sesuatu yang cukup penting dan cukup menarik untuk diteliti. Oleh
karenanya, informasi ilmiah yang membahas tentang hal ini memang masih kurang.
Ada
beberapa teori yang sering diajukan oleh para ahli tentang couvade syndrome ini. Salah satunya dikatakan bahwa seorang suammi
secara psikologis mempunyai perasaan sebagai seseorang pelindung yang merasa
wajib melindungi, dan menanggung beban terbesar dikeluarga.
Komentar
Posting Komentar