8.Tips Menjaga Kesehatan Bayi

Memperbincangkan kesehatan bayi, dengan semakin majunya teknologi kedokteran dan ilmiah, makin banyak pula solusi untuk berbagai penyakit, baik itu dari segi pengobatan maupun pencegahan. Yang paling ideal adalah pencegahan, tanpa perlu merasakan pahitnya menderita suatu penyakit ataupun kelainan.

Sayangnya, kebanyakan kita masih kekurangan informasi tentang gejala-gejala awal suatu penyakit, sehingga bisa diambil tindakan pencegahan yang optimal. Begitu pun minimnya informasi cara hidup sehat dan tumbuh kembang anak, dari mulai bayi sampai balita.

Di antara beberapa langkah menghindarkan diri dari masalah kesehatan bayi adalah salah satunya dengan memperhatikan  kecukupan gizi dan perawatan bayi yang tepat. Ada banyak cara untuk memantau kesehatan bayi. Yang termudah adalah mengukur  kondisi fisiknya, karenanya, Anda perlu mengetahui ukuran ideal bayi Anda, sehingga Anda bisa menduga status kesehatan bayi. Ini semua dapat dilakukan melalui pengukuran antropometri (berkaitan dengan tubuh), seperti berat bedan, panjang badan, panjang badan ( tinggi badan), serta lingkar kepala.

Departemen Kesehatan sudah menentukan standar atau angka ideal status gizi bayi menurut berat dan lebar badannya, serta ukuran lingkaran kepalanya. Tentunya factor usia dan jenis kelamin bayi juga harus ditentukan. Standar ini adalah keputusan resmi yang menjadi panduan seluruh dokter di Indonesia untuk memantau kesehatan bayi. Anda pun patut “melek” standar ini.

1.       Berat Badan Menurut Umur (BB/U)
Bila berat badan yang tidak sesuai dengan umur, atau tidak ada kenaikan berat badan dalam jangka waktu tertentu (1-3 bulan), bisa menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan bayi.

2.       Lingkar Kepala
Banyak penelitian membuktikan, ada korelasi antara ukuran kepala bayi dan besar otak yang tersimpan di dalemnya. Itu sebabnya, pengukuran lingkar kepala juga perlu dilkaukan secara rutin dan berkala. Apalagi, melalui pengukuran ini, secara kasar dokter dapat mengetahui gambaran tingkat keccerdasannya kelak.

                Sayangnya, sampai saat ini, belum ada patokan khusus mengenai ukuran mengenai lingkar kepala. Namun, di beberapa buku kesehatan bayi atau di Kartu Menuju Sehat (KMS) dapat ditemui kurva-kurva yang menggambarkan perkembangan ukuran lingkar kepala anak. Misalnya, bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki ukuran lingkar kepala sekitar 35 cm.


                Bila Anda tidak yakin atas status gizi bayi Anda, janganlah segan berkonsultasi dengan dokter. Yang patut diingat, setiap hasil pengukuran antropometri ada rentang normalnya. Jadi bisa saja bayi Anda yang sama usia, berat dan jenis kelaminnya. Ini bukan berarti anak Anda tidak normal atau kesehatan bayi terganggu, karena bisa jadi panjang badan bayi Anda di atas rata-rata. Yang penting, selama bayi Anda selalu aktif, bahagia, dan ciri-ciri tumbuh kembangnya normal. Jangan terlalu khawatir dengan bentuk tubuhnya.

Komentar