2.Tips Agar Kehamilan Optimal

Ketika seorang ibu hamil tidak siap untuk menerima kehamilan, maka secara fisik ia semakin terasa berat. Ini akan menjadi suatu hal yang sangat tidak menyenangkan. Penolakan terhadap kehamilan biasanya akan tercetus dalam ketidakstabilan emosi yang berlebih, seperti perasaan dan suasana hati yang tidak menentu selama kehamilan. Menurut penelitian di Amerika, 10% dari ibu hamil yang depresi akan menularkan secara biokimia kesedihannya pada janinnya, yang akan meningkatkan hormone stres dan aktivitas otak sang janin. Untuk menghindarinya, ibu hamil harus mempersiapkan diri dalam hal berikut ini.

1.       Kesiapan menghadapi bentuk fisik
Ibu hamil pastinya akan mengalami perubah luar biasa terhadap bentuk tubuhnya. Ia akan merasa tidak menarik dan tidak nyaman dengan bentuk tubuhnya yang baru. Yakini bahwa perubahan ini sifatnya hanya sementara. Setiap ibu hamil pasti mengalaminya.
2.       Kesiapan menghadapi perubahan peran
Seorang ibu akan menyandang peran yang sanagat berbeda daripada sebelumnya. Ini perlu dipersiapkan dengan baik, antara keinginan menggebu untuk segera menimang bayi dan ketakutan luar biasa terhadap peran yang awam bagi dirinya.
3.       Peninjauan kembali motivasi hamil!
Sikap ibu hamil yang paling positif terhadap kehamilan adalah mereka yang memandang peran sebagai orangtua sebagai kesiapan untuk menggembangkan diri. Calon ibu menganggap, dengan memiliki anak mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan hubungan suami istri yang sebelumnya mereka anggap sudah baik. Dengan sikap positif dan dukungan dari suami, maka ibu hamil akan merasa lebih siap menghadapi hari-hari sulit selama kehamilan. Ini pun akan berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya.

Berikut beberapa saran bagi ibu hamil agar kehamilan menjadi optimal.
a.       Menjalani konseling prahamil.
b.      Menyembuhkan penyakit yang ada.
c.       Menghentikan minum pil KB.
d.      Hindari rokok dan alkohol.
e.      Menjaga berat badan, usahakan berat badan normal.
f.        Perhatikan lingkungan kerja, apakah berdampak negative atau tidak.
g.       Sering berolahraga.
h.      Terus merawat diri dan menjaga kesehatan dengan baik, terutama pada periode tiga bulan pertama.
i.         Perbanyak membaca, mempelajari sehala sesuatu tentang kehamilan, melahirkan, bayi dan perawatan, serta proses pengasuhan anak.
j.        Lakukan pemeriksaan secara berkala.

Hal lain yang perlu ibu hamil perhatikan adalah masalah gizi. Menurut penelitian, seorang wanita yang sejak masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan selama hamil keadaan gizinya selalu baik, maka akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi yang sehat, tanpa komplikasi.sedangkan ibu hamil yang berat badannya sebelum hamil di bawah batas normal, maka akan melahirkan bayi dengan berat badan juga kurang, atau bahkan tidak berumur panjang.

Komentar